Sabtu, 20 April 2013

makalah manajemen perbankan syariah, pengenggaran bank syariah


MAKALAH
MANAJEMEN PERBANKAN SYARIAH

PENGANGGARAN BANK SYARIAH






DISUSUN OLEH:
1.     R. AHMAD NOVIARDI (S.ES 20100033)
2.     INDRA RUKMANA SALIM H (S.ES 201000     )

PRODI: EKONOMI SYARIAH SEMESTER VI



DOSEN PEMBIMBING: FAUZANI, S.EI MA

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI)
 MA’ARIF SAROLANGUN
TAHUN AKADEMIK 2012/2013

DAFTAR ISI

Daftar isi .................................................................................................  2
BAB I Pendahuluan .............................................................................  3
BAB II Pembahasan ............................................................................  4
Pengertian Anggaran .........................................................................  4
Prinsip/Kaidah Dasar Perencanaan..................................................... 5
Kegunaan Anggaran........................................................................... 6
Unsur-Unsur Utama Dalam Anggaran............................................... 6
Pembatasan Penganggaran................................................................. 7
Sumber dan Alat Bantu Budgeting.................................................... 7
Format Cash Flow.............................................................................. 8
Menentukan Jumlah Kebutuhan Dana............................................... 10
Pendekatan Dalam Menyusun Anggaran........................................... 11
Penyusunan Anggaran Bank Syariah................................................. 11
BAB III Penutup................................................................................... 13
Daftar pustaka......................................................................................... 14


BAB I
PENDAHULUAN

Perencanaan dalam menyiapkan anggaran sangatlah penting. Bagaimanapun juga jelas mengungkapkan apa yang akan dilakukan dimasa mendatang. Pemikiran strategis disetiap lembaga keuangan perbankan adalah proses dimana manajemen berfikir tentang pengintegrasian aktivitas organisasional ke arah tujuan yang beroerientasi kesasaran masa mendatang. Semakin bergejolak lingkungan pasar, teknologi atau ekonomi eksternal, manajemen akan didorong untuk menyusun stategi. Pemikiran strategis manajemen, direalisasi dalam berbagai perencanaan, dan proses integrasi keseluruhan ini didukung prosedur penganggaran lembaga keuangan perbankan.

BAB II
PEMBAHASAN
PENGANGGARAN BANK SYARIAH

A.    Pengertian Anggaran
Anggaran adalah rencana yang disusun secara sistematis, meliputi seluruh kegiatan bank yang dinyatakan dalam unit moneter yang berlaku untuk periode tertentu di masa mendatang.[1] Anggaran adalah berkaitan dengan manajemen keuangan dengan waktu realisasi, maka biasanya disebut dengan rencana keuangan (budgeting). Rencana keuangan adalah rencana keuangan bank syariah yang merupakan terjemahan program kerja bank syariah ke dalam sasaran-sasaran (target) keuangan yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu. Perencanaan dalam menyiapkan anggaran sangatlah penting. Bagaimanapun juga jelas mengungkapkan apa yang akan dilakukan dimasa mendatang. Pemikiran strategis disetiap organisasi adalah proses dimana manajemen berfikir tentang pengintegrasian aktivitas organisasional ke arah tujuan yang beroerientasi kesasaran masa mendatang. Semakin bergejolak lingkungan pasar, teknologi atau ekonomi eksternal, manajemen akan didorong untuk menyusun stategi. Pemikiran strategis manajemen, direalisasi dalam berbagai perencanaan, dan proses integrasi keseluruhan ini didukung prosedur penganggaran organisasi.
Para ahli mendefinisikan anggaran sebagai berikut:
  1. Glenn A Welsch
Profit planning and control may be broadly as de fined as sistematic and formalized approach for accomplishing the planning, coordinating and control responsibility of management (Perencanaan laba dan kontrol mungkin secara luas sebagai de didenda sebagai pendekatan sistematis dan formal untuk mencapai perencanaan, koordinasi dan kontrol tanggung jawab manajemen)
  1. Menurut Gomes (1995)
Anggaran merupakan dokumen yang berusaha untuk mendamaikan prioritas-prioritas program dengan sumber-sumber pendapatan yang diproyeksikan. Anggaran menggabungkan suatu pengumuman dari aktivitas organisasi atau tujuan untuk suatu jangka waktu yang ditentukan dengan informasi mengenai dana yang dibutuhkan untuk aktivitas tersebut atau untuk mencapai tujuan tersebut.
  1. Menurut Mulyadi (2001)
Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain yang menvakup jangka waktu satu tahun.
  1. Menurut Supriyono (1990)
Anggaran merupakan suatu rencana jangka pendek yang disusun berdasarkan rencana kegiatan jangka panjang yang telah ditetapkan dalam proses penyusunan program. Dimana anggaran disusun oleh manajemen untuk jangka waktu satu tahun, yang nantinya akan membawa perusahaan kepada kondisi tertentu yang diinginkan dengan sumber daya yang ditentukan.[2]
B.     Prinsip/Kaidah Dasar Perencanaan
Sebagaimana kaidah umum yang berlaku, dalam menetapkan sasaran perencanaan keuangan bank syariah perlu memperhatikan dan mengindahkan nilai-nilai sebagai berikut:
  1. Sesuai kemampuan atau realistis, berpijak pada kemampuan dan pengalaman sehingga sasaran tidak terlalu tinggi dan rendah.
  2. Diformulasikan dengan khas, jelas, dan spesifik.
  3. Hasilnya dapat diukur secaraara kuantitatif.
  4. Adanya kerangka waktu yang jelas.
C.    Kegunaan Anggaran
1.      Sebagai pedoman kerja. Anggaran berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta target-target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan pada waktu yang akan datang.
2.      Sebagai alat koordinasi kerja. Dengan adanya anggaran semua bagian-bagian yang terdapat di dalam perusahan dapat saling menunjang dan bekerja sama dengan baik, untuk menuju pada sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
3.      Sebagai alat pengawasan atau pengendalian. Anggaran berfungsi sebagai tolok ukur (alat pembanding) untuk menilai dan mengevaluasi realisasi kegiatan perusahaan pada masa yang akan datang.[3]
D.    Unsur-unsur utama dalam anggaran
1.      Keseluruhan Rencana, merupakan penentuan kegiatan yang dilakukan pada waktu yang akan datang.
2.      Kegiatan Perusahaan, meliputi seluruh kegiatan yang akan dilakukan oleh semua bagian-bagian dalam perusahaan.
3.      Dinyatakan dalam angka, adalah unit yang dapat digunakan pada semua kegiatan perusahaan yang bermacam-macam.
4.      Periode tertentu, adalah keseluruhan mengenai apa-apa saja yang akan terjadi pada masa yang akan datang.[4]
E.     Pembatasan Penganggaran
Untuk membuat suatu perencanaan yang melibatkan waktu yang akan datang, sehingga diperlukan batasan-batasan/asumsi:
  1. Didasarkan pada estimasi atau taksiran.
  2. Disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi.
  3. Merupakan alat bantu terhadap pelaksanaan, pengawasan (controlling), evaluasi.
  4. Dalam realisasi budgeting, perlu usaha dan kerja keras.

F.     Sumber dan Alat Bantu Budgeting
Dalam membuat perencanaan tentunya membutuhkan sumber-sumber yang digunakan sebagai data dan juga sebagai asumsi dalam mengestimasi rencana keuangan yang ada dan sasaran/target yang ingin dicapai oleh bank syariah pada periode tertentu. Sumber-sumber data tersebut terdiri dari:
  1. Laporan keuangan tahun lalu.
  2. Data riset pasar tentang potensi funding dan financing.
  3. Permohonan financing yang akan direalisasikan untuk periode yang akan datang.
  4. Rancana angsuran pembiayaan.
  5. Rencana pengeluaran biaya pereode berikutnya.
  6. Police Bank syariah.
  7. Asumsi-asumsi dalam penetapan cash in dan cash out.
Sedangkan alat bantu yang digunakan untuk budgeting adalah Menggunakan cash flow (aliran kas), yaitu format keuangan yang mengilustrasikan target-target mengenai mengalirnya dana masuk (cash in), dana keluar (cash out), dan saldo kas pada periode tertentu.



Contoh:
PT. Maju Jaya, sebuah perusahaan yang menggeluti bidang meubeler, memiliki sistem penjualan dan pembelian dengan sistem tunai. Income statemen per tahunnya adalah sebagai berikut:
Penjualan bersih                                                   : Rp. 1.000.000.000,-
Harga pokok penjualan                                        : Rp.    800.000.000,-  (-)
Laba Kotor                                                           : Rp.    200.000.000,-

Biaya operasional :
Gaji                                                                      : Rp.      50.000.000,-
Lain-lain                                                               : Rp.      40.000.000,-
Depresiasi                                                             : Rp.      20.000.000,-  (+)
: Rp.    110.000.000,-

Laba bersih operasional                                        : Rp.      90.000.000,-
Pajak penghasilan (Pph) 30 %                              : Rp.      30.000.000,- _
Laba bersih setelah pajak                                     : Rp.      60.000.000,-

NB:
Dalam kalkulasi cash flow, biaya depresiasi tidak diperhitungkan, sebab merupakan biaya non kas. Penyusunan cash flow, dapat dilakukan secaraara periodik (interval/berkala), (per tahun, per bulan / per hari). Semakin pendek interval yang dipakai, akan berpengaruh terhadap tingkat akurasi yang lebih tinggi. Dalam dunia perbankan, biasanya menggunakan interval bulanan/tahunan.

G.    Format Cash Flow
Bentuk bervariasi, tergantung masing-masing perusahaan. Secara umum, mencakup beberapa komponen :
1.      Beginning cash balance (saldo awal kas) yaitu jumlah tunai kas yang dimiliki perusahaan di awal periode.
2.      Cash inflow (kas masuk/penerimaan kas) yaitu aliran kas yang diterima perusahaan selama waktu tertentu, sesuai dengan interval perhitungan (tiap hari, perbulan, triwulan, pertahun). Cash flow adalah uang tunai yang diterima perusahaan. Komponen-komponen cash flow :
a.       Piutang dagang yang tertagih (account recievable collected) : piutang dagang yang dibayar pelanggan sehubungan dengan penjualan kredit yang dilakukan perusahaan.
b.      Profit income (pendapatan bagi hasil) atas simpanan di bank (jasa giro, bagi hasil deposito, bagi hasil dari pelanggan yang terlambat membayar piutang dagang yang telah jatuh tempo, dan lain-lain).
c.       Restitusi PPn (pajak pertambahan nilai) untuk eksporter yang menggunakan bahan baku dari dalam negeri.
d.      Pengembalian kelebihan PPh (pajak penghasilan) yang telah dibayar.
Penerimaan uang tunai, dari penjualan aktiva tetap oleh perusahaan.
e.       Injeksi dana segar dari pemegang saham.
3.      Total Cash available (total kas yang tersedia) adalah penjumlahan saldo awal kas dengan penerimaan tunai, digunakan untuk membayar seluruh kewajiban tunai perusahaan.
4.      Cash out flow (kas keluar) merupakan aliran pembayaran kas tunai oleh perusahaan. Kompenen cash out flow :
a.       payable paid (pembayaran utang dagang): pembayaran utang dagang yang telah jatuh tempo atas pembelian secaraara kredit oleh perusahaan.
b.      Margin expense ( biaya margin) akibat pemakaian dana pinjaman ( pinjaman bank, leasing, dan lain-lain).
c.       Labour cost ( upah buruh), seperti untuk industri manufactur .
d.      Biaya operasional tunai (gaji, bonus karyawan, biaya utilitas (listrk, air, telp), biaya asuransi, perjalanan, dan lain-lain).
e.       Utang PPh yang masih harus dibayar.
f.       Pembelian aktiva tetap (capital expenditure), seperti. pembeian mesin, peralatan, tanah, bangunan, dan lain-lain).
g.      Pembayaran dividen tunai (cash dividend).
h.      Pembayaran angsuran pokok utang (principle repayment).
5.      Surplus/defisit kas (net cash surplus/defisit) merupakan selisih antara total kas dg cash out flow. Indikasi perusahaan yang memiliki kas surplus yang cukup besar :
a.       Kemampuan membayar angsuran pokok pinjaman masih cukup besar.
Bila perusahaan memiliki pinjaman jangka pendek, pinjaman tersebut dapat terlunasi.
b.      Indikasi kas mengalami defisit
c.       Angsuran pokok pinjaman terlalu besar.
d.      Perusahaan membutuhkan tambahan pinjaman yang lebih panjang untuk menutupi kekurangan kas tersebut.
6.      saldo kas minimum (minimum cash balance)  adalah sejumlah uang tunai yang mengendap di perusahaan (mis untuk kas kecil, dan lain-lain).
7.      Kebutuhan dana tambahan (additional financial needs) adalah sejumlah dana yang dibutuhkan untuk menutup kas. Tergantung pada besarnya saldo kas minimum dan kondisi kas perusahaan .
8.      Saldo kas akhir (ending cash balance) adalah deskripsi alur cash flow

H.    Menentukan Jumlah Kebutuhan Dana
Cash flow projection (proyeksi aliran dana) berfungsi untuk menentukan jumlah dana dari debitur.

Example : analisis keuangan PT. Maju Jaya, dengan transaksi sebagai berikut:
Sirkulasi piutang dagang             = 3 bulan
Sirkulasi utang dagang                 = 2 bulan
Total Penjualan tahun 2001          = 187.20
Harga pokok penjualan                = 80 % dari penjualan
Biaya operasional                         = 5 % dari penjualan


I.       Pendekatan dalam Menyusun Anggaran
Dalam penyusunan anggaran perlu pendekatan yang akurat sesuai dengan situasi dan kondisi. Beberapa pendekatan (approuch) :
  1. Buttom up budgeting
Pendekatan dalam penyusunan anggaran yang di mulai dari tingkat terendah, sebagai dasar penyusunan anggaran di tingkat atasnya. Anggaran dari seluruh tingkat digabung menjadi angaran secara keseluruhan.
  1. Top Down budgeting
Pendekatan penyusunan anggaran yang dimulai dari tingkat yang di atas, dengan menentukan target bagi tingkat di bawahnya. Kurang memberikan motivasi bagi pelaksanaan dalam mencapai target.
  1. Incremantal budgeting
Pendekatan penyusunan anggaran dengan mendasarkan pada anggaran tahun lalu, kemudian dilakukan penyesuaian perubahan yang diperlukan.
  1. Fixed Budgeting
Pendekatan dalam penyusunan anggaran yang dibuat tetap untuk seluruh tingkat aktifitas. Ada tendensi menyesatkan dalam evaluasi.
Sebab ada kemungkinan membandingkan realisasi anggaran dengan rencana anggaran pada tingkat aktifitas yang berbeda.
  1. Flexible Budgeting
Pendekatan dalam penyusunan anggaran dengan menyusun anggaran yang berbeda-beda untuk tiap aktifitas. Dalam hal evaluasi : informasi yang diperoleh lebih valid. Dengan cara : membandingkan antara realisasi dengan rencana anggaran pada tingkat aktifitas yang sama.

J.      Penyusunan Anggaran bank Syariah
Dalam menyusun anggaran, perlu memperhatikan sumber-sumber dana perlu memperhatikan faktor-faktor yg mempengaruhi kebutuhan dana (kualitas manajemen, kualitas aset, tingkat likuiditas, sistem prosedur yg dimiliki, besar cadangan yg diperlukan, sumber dana yg dipilih, jangka waktu perolehan dana).
Dalam menyusun anggaran Bank Syariah, perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi volume penyaluran dana, yaitu:
  1. Internal : segmen pasar, posisi keuangan, sumber dana, kualitas aktiva produktif, sarana yg dimiliki;
  2. Eksternal : persaingan antar bank, perkembangan ekonomi, kondisi sosial politik, karakteristik usaha nasabah.[5]


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Anggaran adalah rencana yang disusun secara sistematis, meliputi seluruh kegiatan bank yang dinyatakan dalam unit moneter yang berlaku untuk periode tertentu di masa mendatang
2.      Kegunaan anggaran adalah sebagai pedoman kerja, sebagai alat koordinasi kerja, sebagai alat pengawasan atau pengendalian.
3.      Unsur-unsur utama dalam anggaran adalah keseluruhan rencana, kegiatan Perusahaan, dinyatakan dalam angka, untuk periode tertentu.

B.     Kritik dan Saran
Demikianlah makalah yang dapat kami susun, dengan harapan makalah sederhana ini dapat menjadi setitik embun menyegarkan di gurun pasir yang gersang dan semoga dapat memberi manfaat bagi proses perkuliahan yang sedang kita jalani ini.

DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar